Rabu, 29 Jan 25 12:44 WITA

BPBD Kaltim Perkuat Sinergi Tangani Banjir di Wilayah Utara

BPBD Kaltim Perkuat Sinergi Tangani Banjir di Wilayah Utara
Posko dapur umum di Sempaja Timur, Samarinda disediakan untuk penanganan korban banjir. (Antara Kaltim/Ahmad Rifandi)
by mhkr

SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat sinergi antarinstansi untuk menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kaltim.

“Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa waktu terakhir menyebabkan banjir di beberapa daerah, terutama di wilayah utara seperti Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat hingga Kutai Timur,” kata Kepala BPBD Kaltim Agus Tianur di Samarinda, Rabu.

Ia mengatakan, curah hujan di atas 100 mm tergolong tinggi dan berdampak signifikan di wilayah utara Kaltim. Genangan air yang cukup tinggi mengganggu aktivitas ekonomi warga.

Beberapa wilayah terdampak banjir cukup parah antara lain Kelurahan Pampang, Sungai Siring, Bengkuring, dan Griya Mukti di Samarinda, kemudian Sangatta di Kutai Timur dan beberapa daerah di Kutai Barat.

BPBD Provinsi Kaltim telah melakukan koordinasi dan penanganan bersama tim terpadu yang melibatkan Polri, TNI, Basarnas, relawan, dan masyarakat.

Posko dapur umum didirikan di Pampang dan Bengkuring untuk menyediakan makanan siap saji bagi warga terdampak. Perahu-perahu juga disiapkan untuk memobilisasi warga dan mendistribusikan bantuan.

“Kami telah mendirikan posko dapur umum dan menyiapkan perahu untuk evakuasi dan distribusi bantuan. Logistik tetap kami siagakan untuk mengantisipasi kebutuhan warga,” sebutnya.

Penanganan banjir ini melibatkan kolaborasi unsur pentahelix. Unsur pemerintah diwakili oleh BPBD Provinsi Kaltim, BPBD Kota Samarinda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas PUPR. PLN dan Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Samarinda mewakili unsur swasta.

Partisipasi masyarakat terlihat dari keterlibatan relawan dari berbagai organisasi seperti Posko Relawan Katana Sempaja Timur, Tagana, PMI, Banser, TRC-ITS, PSM, Redkarmod Posko V, dan Abu Najuar. TRC-ITS juga merepresentasikan unsur akademisi, sedangkan media massa berperan dalam penyebaran informasi.

Langkah-langkah prioritas yang dilakukan meliputi evakuasi warga, pendirian posko darurat, distribusi kebutuhan dasar, dan layanan kesehatan.

“Saat ini bantuan yang sangat dibutuhkan antara lain sembako, perlengkapan bayi, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia,” kata Agus.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan menjaga anak-anak agar tidak bermain di sekitar area banjir. Waspada terhadap binatang buas seperti ular juga perlu ditingkatkan.

“Penanganan banjir ini merupakan wujud nyata sinergi berbagai pihak. Kami berharap dampak banjir dapat diminimalisir dan masyarakat dapat segera pulih,” kata Agus Tianur.

Berita Terpopuler

Berita Terkait
Mei 28, 2026

Kapolres Mahulu: Tidak Ada Ampun bagi Pelaku Narkoba, Termasuk Anggota Polisi

#Daerah
Mei 27, 2026

PLTA Batoq Kelo Mulai Dibangun, Dari Hulu Mahakam Mengalir Harapan Energi Hijau Indonesia

#Daerah /Economy /Pemerintahan
Mei 13, 2026

Polisi Sisir Long Bagun Saat Malam, Antisipasi Premanisme hingga Pencurian

#Daerah
Maret 10, 2025

Bupati Mahulu Buka Rakor Penyusunan LPPD, LKPJ, dan RLPPD 2024

#Daerah /Pemerintahan