Kamis, 30 Jul 26 0:42 WITA

Masyarakat Diajak Tentukan Arah Pengembangan Sentra Pariwisata Mahulu

Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk bersama jajaran pemerintah daerah, tim penyusun AMDAL Universitas Mulawarman, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan berfoto bersama usai sosialisasi penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Sentra Pariwisata Batoq Tenevang di Ballroom Lantai III Kantor Bupati Mahulu, Ujoh Bilang, Rabu (29/7/2026).
by mhkr

AMDAL Jadi Dasar Pembangunan Batoq Tenevang Tanpa Mengabaikan Kelestarian Alam

MAHAKARA.ID, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai melibatkan masyarakat dalam penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk rencana pembangunan Sentra Pariwisata, termasuk kawasan strategis Batoq Tenevang beserta wilayah pendukungnya. Langkah ini dilakukan agar pengembangan destinasi wisata unggulan tersebut tetap berpijak pada aspirasi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Komitmen itu ditegaskan dalam sosialisasi penyusunan AMDAL yang digelar di Ballroom Lantai III Kantor Bupati Mahulu, Rabu (29/7/2026). Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, tim penyusun dokumen AMDAL, tokoh adat, pemerintah kampung, hingga masyarakat yang berada di sekitar kawasan perencanaan.

Dalam sambutan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan yang dibacakan Wakil Bupati, ditegaskan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah sesuai visi pembangunan Mahulu yang maju, merata, dan berkelanjutan.

“Melalui pengembangan kawasan Sentra Pariwisata termasuk kawasan strategis seperti Batoq Tenevang dan wilayah pendukung lainnya, kita bertekad menghadirkan pusat pariwisata terpadu yang memadukan keindahan alam, kelestarian ekologis, serta kekayaan nilai budaya lokal,” demikian sambutan Bupati.

Namun, pemerintah menegaskan pembangunan kawasan wisata tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup. Karena itu, dokumen AMDAL menjadi landasan penting untuk mengidentifikasi berbagai potensi dampak lingkungan sejak tahap perencanaan, konstruksi hingga operasional kawasan wisata.

Selain memetakan dampak, AMDAL juga akan menjadi dasar penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) guna memastikan setiap tahapan pembangunan tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem.

Pemkab Mahulu juga menekankan bahwa sosialisasi tersebut bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi. Pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan saran, masukan, maupun keberatan terhadap rencana pengembangan kawasan wisata tersebut.

“Keterlibatan aktif bapak, ibu, dan saudara sekalian sangat penting agar dokumen lingkungan ini benar-benar representatif serta mengakomodasi kepentingan masyarakat lokal,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati.

Melalui keterlibatan masyarakat sejak awal, pemerintah berharap Sentra Pariwisata Batoq Tenevang nantinya mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari terbukanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan masyarakat, hingga tumbuhnya usaha lokal. Di sisi lain, identitas budaya Dayak dan kelestarian alam Mahakam Ulu diharapkan tetap menjadi kekuatan utama yang dipertahankan.

Sosialisasi tersebut dihadiri Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Mahulu Irawan Sanjaya, perwakilan Polres Mahulu, organisasi perangkat daerah terkait, tim penyusun dokumen AMDAL dari Pusat Kajian Pembangunan dan Inovasi Daerah Universitas Mulawarman, pemerintah Kecamatan Long Bagun, Petinggi Kampung Ujoh Bilang dan Long Melaham, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Berita Terkait
Juli 31, 2026

Mahulu Sabet Penghargaan Pemerataan Layanan Dasar di Tribun Kaltim Award 2026

#Pemerintahan
Juli 31, 2026

Mahulu Siapkan Pelajar Jadi Duta Keselamatan Berlalu Lintas

#Education
Juli 30, 2026

Mahulu Perkuat Sinergi ASN, Hadiri Pengukuhan BAPOR dan LKBH KORPRI Kaltim

#Pemerintahan
Juli 29, 2026

25 Putra-Putri Terbaik Mahulu Digembleng di Pusdiklat Paskibraka, Disiapkan Jadi Teladan Generasi Muda

#Daerah /Education