MAHAKARA.ID, UJOH BILANG – Sebanyak 25 pelajar terbaik dari lima kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) resmi memasuki Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Selama beberapa pekan ke depan, mereka tidak hanya ditempa untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga dibentuk menjadi generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berjiwa nasionalis.
Pusdiklat yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mahulu tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, S.E., mewakili Bupati Angela Idang Belawan, di Lapangan Cor Ujoh Bilang, Selasa (28/7).
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Suhuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil melewati proses seleksi hingga terpilih menjadi calon Paskibraka Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2026.
“Kalian adalah 25 pelajar terpilih yang berasal dari SMA dan SMK di lima kecamatan se-Kabupaten Mahakam Ulu. Kalian telah melewati rangkaian seleksi dan membuktikan bahwa kalian layak berdiri di tempat ini sebagai calon Paskibraka Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2026,” ujarnya.
Menurut Suhuk, menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, pendidikan dan pelatihan yang dijalani tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, kepemimpinan, integritas, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan.
Ia menegaskan, nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Pusdiklat diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga para peserta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Menjadi Paskibraka adalah kehormatan sekaligus amanah. Karena itu, tunjukkan sikap yang santun dan bertanggung jawab. Jadilah teladan yang mampu menggerakkan teman-teman untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menghadirkan pengaruh positif di tengah masyarakat,” tegasnya.
Suhuk juga berpesan kepada para pelatih dan pembina agar memberikan pendampingan secara profesional, disiplin, dan terarah, tanpa mengabaikan kondisi fisik maupun mental para peserta selama menjalani masa pelatihan.
Menurutnya, keberhasilan membentuk anggota Paskibraka tidak hanya diukur dari kesempurnaan barisan saat upacara, tetapi juga dari lahirnya generasi muda yang memiliki karakter kuat, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
Mengakhiri sambutan Bupati, Suhuk menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesbangpol Mahulu, para pelatih, pembina, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan Pusdiklat Paskibraka Tahun 2026.
“Keberhasilan Paskibraka merupakan hasil kerja sama banyak pihak. Melalui sinergi ini kita berharap lahir generasi muda Mahakam Ulu yang memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan siap mengabdi bagi daerah maupun bangsa,” katanya.
Sebanyak 25 calon Paskibraka tersebut nantinya akan menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar dan penurun Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Mahakam Ulu.
Turut hadir dalam pembukaan Pusdiklat tersebut Kepala Badan Kesbangpol Mahulu Yason Liah, S.Hut., M.P., perwakilan Kapolres Mahakam Ulu, Perwira Penghubung Kodim 0912/Kutai Barat, Camat Long Bagun Bonifasius, S.Hut., serta para pelatih, pembina, pendamping, dan panitia Pusdiklat Paskibraka Tahun 2026.



