Selasa, 11 Agu 26 13:03 WITA

Posyandu Mahulu Tak Boleh Sekadar Formalitas, Bupati Minta Semua OPD Bergerak dan Beri Dampak Nyata

Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan saat menyampaikan arahan dalam Rapat Koordinasi Sosialisasi Tugas dan Fungsi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Mahulu Tahun 2026 di Samarinda, Sabtu (8/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Angela menegaskan pentingnya integrasi lintas sektor, disiplin kerja, serta program Posyandu yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
by mhkr

MAHAKARA.ID, SAMARINDA – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan mengubah cara pandang terhadap Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Tidak lagi sekadar identik dengan layanan kesehatan, Posyandu kini dituntut menjadi pusat pelayanan dasar yang bekerja lintas sektor dan benar-benar menjawab persoalan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Angela saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Tugas dan Fungsi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Mahulu Tahun 2026 di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu (8/8/2026).

Angela menegaskan, perubahan paradigma Posyandu sejalan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang menempatkan Posyandu sebagai wadah integrasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Karena itu, pengelolaan Posyandu tidak bisa lagi dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan. Seluruh perangkat daerah harus mengambil peran sesuai tugas dan bidang masing-masing.

“Posyandu bukan hanya urusan Dinas Kesehatan. Seluruh perangkat daerah memiliki peran sesuai bidangnya, dan harus berjalan dalam satu koordinasi. Tidak boleh ada ego sektoral,” tegas Angela.

Jangan Sekadar Hadir dan Buat Laporan

Bupati juga mengingatkan jajaran aparatur agar tidak menjadikan kegiatan Posyandu sebatas agenda administratif. Kehadiran dalam rapat, sosialisasi maupun kegiatan lapangan harus menghasilkan pemahaman dan tindak lanjut yang jelas.

Menurutnya, setiap aparatur yang terlibat dalam Tim Pembina Posyandu harus memahami substansi tugasnya dan mampu menerjemahkannya dalam program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Setiap kegiatan harus diikuti dengan sungguh-sungguh. Pahami materi yang disampaikan, catat arahannya, dan pastikan dapat ditindaklanjuti. Jangan sampai kegiatan hanya dihadiri secara formalitas tanpa memberikan pemahaman dan kontribusi nyata,” ujarnya.

Angela juga meminta setiap perangkat daerah menunjuk personel yang benar-benar kompeten sebagai penghubung koordinasi. Hal tersebut dinilai penting karena lemahnya komunikasi dapat membuat program berjalan sendiri-sendiri dan berpotensi tumpang tindih.

“Komunikasi yang baik akan melahirkan koordinasi yang kuat. Karena itu, tunjuk personil yang benar-benar mampu bekerja, aktif berkoordinasi, dan memahami substansi tugasnya,” katanya.

Yang Dikejar Bukan Penilaian, tapi Manfaat

Penekanan paling kuat Angela adalah agar seluruh program pemerintah tidak berhenti pada capaian administrasi maupun bagusnya laporan.

Ia meminta jajaran Pemkab Mahulu mengukur keberhasilan program dari perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat kampung.

“Kita tidak sedang mengejar penilaian semata. Yang kita kejar adalah manfaat. Percuma jika laporan kita baik, tetapi masyarakat di kampung masih menghadapi persoalan yang belum terselesaikan,” ungkapnya.

Untuk itu, kebutuhan masyarakat harus dipetakan secara detail, mulai dari tingkat kecamatan hingga kampung. Perencanaan program juga harus dilakukan secara bersama agar kegiatan antar-OPD saling melengkapi, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Angela mendorong seluruh jajaran membangun pola kerja dengan prinsip satu data, satu koordinasi, satu gerakan, dan satu tujuan.

Dengan pola tersebut, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari struktur pemerintahan, tetapi benar-benar hadir sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.

“Posyandu harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam struktur. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek pendataan, tetapi harus merasakan pelayanan dan penyelesaian atas persoalan yang dihadapi,” tegasnya.

Angela optimistis, jika seluruh perangkat daerah mampu bekerja secara terintegrasi dan disiplin, Tim Pembina Posyandu Mahulu dapat menjadi motor penggerak pelayanan dasar sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Mahakam Ulu.

Berita Terkait
Agustus 10, 2026

Kemarau Mengancam Pasokan, Pemkab Mahulu Kirim 700 Paket Sembako ke Long Apari

#Daerah
Agustus 10, 2026

Wabup Mahulu Buka Jalan Penguatan Brimob, Mako Baru Diusulkan Dibangun

#Pemerintahan
Agustus 8, 2026

Bupati Mahulu Gandeng UI Perkuat SDM ASN dan Tata Kelola Pemerintahan

#Pemerintahan
Agustus 8, 2026

ASN Mahulu Kuliah di UI Terkendala Kewajiban Luring, Bupati Dorong Skema Lebih Fleksibel

#Education /Pemerintahan