Minggu, 23 Agu 26 14:05 WITA

Mahulu Belum Punya Kantor Pertanahan, Lima Putra Daerah Disiapkan Jadi SDM Pertanahan

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mendampingi kelima taruna dalam kegiatan Penyerahan Taruna Jalur Kerja Sama Tahun Akademik 2026/2027 di kampus Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (21/8/2026).
by mhkr

MAHAKARA.ID, YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai menyiapkan sumber daya manusia di bidang pertanahan, meski daerah tersebut hingga kini belum memiliki Kantor Pertanahan sendiri.

Lima putra-putri Mahulu dikirim menempuh pendidikan di Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) melalui jalur kerja sama. Mereka diharapkan menjadi bagian dari sumber daya manusia yang nantinya dapat memperkuat pelayanan pertanahan di Mahulu.

Kelima taruna tersebut terdiri dari dua laki-laki dan tiga perempuan. Mereka menjadi bagian dari 345 mahasiswa baru Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan bahkan datang langsung mendampingi kelima taruna dalam kegiatan Penyerahan Taruna Jalur Kerja Sama Tahun Akademik 2026/2027 di kampus Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (21/8/2026).

Bagi Angela, kesempatan tersebut bukan hanya soal pendidikan bagi lima anak Mahulu. Lebih jauh, pemerintah daerah ingin membangun SDM yang nantinya mampu menjawab kebutuhan pelayanan pertanahan di daerah.

Sebab, hingga kini masyarakat Mahulu masih bergantung pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Barat untuk pelayanan pertanahan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama karena Mahulu memiliki wilayah yang luas dan akses antarkawasan yang tidak mudah.

Karena itu, penyiapan tenaga yang memahami persoalan pertanahan dinilai penting sembari pemerintah daerah terus mendorong agar Mahulu memiliki Kantor Pertanahan sendiri.

“Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu juga terus berharap agar ke depan kami dapat memiliki Kantor Pertanahan sendiri sehingga pelayanan pertanahan semakin dekat, mudah, dan cepat,” kata Angela.

Menurutnya, keberadaan SDM yang memiliki kompetensi pertanahan akan menjadi modal penting ketika kebutuhan pelayanan di Mahulu semakin berkembang.

Dalam pertemuan bersama pihak Politeknik Agraria STPN, Pemkab Mahulu juga membahas kebutuhan tenaga aparatur di bidang pertanahan. Pendidikan yang ditempuh kelima taruna diharapkan menjadi bagian dari proses menyiapkan tenaga tersebut.

Angela pun menitipkan kelima taruna kepada pimpinan dan jajaran Politeknik Agraria STPN agar tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan integritas.

“Kepada Bapak dan Ibu pimpinan Kementerian ATR/BPN, kami titip anak-anak kami. Mohon dibimbing, dididik, dan dibina dengan sebaik-baiknya,” pesan Angela.

Kepada kelima taruna, Angela meminta mereka memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga disiplin dan membawa nama baik keluarga serta daerah.

Sebab, keberhasilan mereka nantinya diharapkan tidak berhenti pada gelar atau ijazah. Ada harapan agar ilmu yang diperoleh di Yogyakarta dapat dibawa pulang dan digunakan untuk membangun Mahulu.

“Kesempatan ini jangan hanya dipandang sebagai keberhasilan pribadi, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk membawa nama baik keluarga dan daerah,” ujarnya.

Angela mengaku bangga melihat lima anak Mahulu berhasil lolos melalui proses seleksi dan ujian hingga dapat melanjutkan pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

Dengan penuh haru, ia menyampaikan keyakinannya bahwa kelima taruna tersebut mampu menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi di daerah asal.

“Saya bangga dengan pencapaian kalian. Saya yakin kalian akan lulus dengan baik dan kembali ke Mahakam Ulu,” ungkapnya.

Bagi Mahulu, lima taruna tersebut kini bukan sekadar lima mahasiswa baru. Mereka dipersiapkan sebagai investasi SDM jangka panjang, terutama untuk memperkuat pelayanan pertanahan yang selama ini masih bergantung pada daerah lain.

Jika kelak Mahulu memiliki Kantor Pertanahan sendiri, keberadaan SDM lokal yang telah memiliki kompetensi di bidang tersebut diharapkan dapat mempercepat kesiapan pelayanan bagi masyarakat.

Berita Terkait
Agustus 23, 2026

Belanja Mahulu 2027 Capai Rp1,47 Triliun, Pemkab Ingatkan OPD Jangan Kejar Serapan

#Daerah
Agustus 22, 2026

Pemkab Mahulu Cari Titik Tengah Tarif Listrik PLTS, Murah bagi Warga tapi Tetap Bisa Bertahan

#Daerah
Agustus 21, 2026

Kemarau Bikin Ongkos Angkut ke Hulu Mahulu Jutaan Rupiah, 9,7 Ton Bantuan Mulai Dikerahkan

#Daerah
Agustus 20, 2026

Sungai Mahakam Surut, Pemkab Mahulu Siapkan Jalur Darat dan 9,7 Ton Bantuan Pangan

#Daerah