MAHAKARA.ID, UJOH BILANG – Surutnya Sungai Mahakam mulai mengubah pola distribusi kebutuhan pokok ke wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Angkutan sungai yang menjadi jalur utama menuju Long Pahangai dan Long Apari kini menghadapi keterbatasan kapasitas, sementara biaya perjalanan ikut meningkat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu pun menyiapkan sejumlah langkah sekaligus, mulai dari bantuan pangan, pasar murah hingga membuka alternatif distribusi melalui jalur darat.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Kemarau yang dipimpin Bupati Mahulu Angela Idang Belawan di Kantor Bupati Mahulu, Rabu (19/8/2026).
Salah satu dukungan yang disiapkan adalah bantuan cadangan pangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 9.715 kilogram atau sekitar 9,7 ton. Bantuan tersebut dijadwalkan tiba di Mahulu pada hari yang sama untuk selanjutnya disalurkan ke wilayah terdampak.
Namun, persoalan yang dihadapi Mahulu bukan hanya soal ketersediaan stok. Surutnya Sungai Mahakam membuat distribusi ke wilayah hulu menjadi lebih sulit dan mahal.
Kapasitas angkutan sungai menjadi terbatas sehingga berdampak terhadap kelancaran pasokan barang, termasuk pangan dan energi rumah tangga. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Pemkab Mahulu menyiapkan penanganan dari berbagai sisi.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memantau stok dan harga pangan di lima kecamatan. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, Perum Bulog dan pihak terkait untuk menjaga ketersediaan pangan.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Mahulu Anatolius Bahalan Tigang mengatakan, pemerintah juga menyiapkan Gerakan Pangan Murah (GPM) menuju Long Pahangai.
Sementara itu, Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam menyiapkan Operasi Pasar Murah (OPM) untuk sejumlah kampung di Kecamatan Long Apari yang diperkirakan mulai dilaksanakan pada 24 Agustus 2026.
Jalur Darat Jadi Opsi
Di tengah kendala angkutan sungai, Pemkab Mahulu mulai melihat akses darat sebagai bagian penting dari solusi.
Jalur Long Pakaq–Tiong Ohang disiapkan untuk mendukung mobilitas barang dan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap transportasi sungai.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) telah melakukan survei terhadap kondisi jalan dan jembatan di jalur tersebut.
Pemerintah daerah selanjutnya akan menyusun kebutuhan penanganan agar akses tersebut dapat difungsikan untuk mendukung distribusi.
Pembukaan akses darat dinilai penting karena biaya angkutan meningkat ketika debit Sungai Mahakam menyusut. Pemkab Mahulu juga berencana membawa kebutuhan peningkatan konektivitas tersebut dalam koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Bupati Angela meminta seluruh perangkat daerah tidak bekerja sendiri-sendiri. Setiap langkah penanganan harus berdasarkan data lapangan agar bantuan dan kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kita harus bergerak secara terkoordinasi sesuai tugas masing-masing,” tegas Angela dalam rapat tersebut.
Kelompok Rentan Jadi Prioritas
Selain memastikan stok pangan dan energi, Pemkab Mahulu juga mulai memetakan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus selama kemarau.
Angela meminta kebutuhan bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang sedang sakit menjadi bagian dari prioritas penanganan.
Pemantauan ketersediaan bahan bakar dan energi rumah tangga juga terus dilakukan, terutama untuk memastikan pasokan tetap tersedia selama jalur distribusi menuju wilayah hulu belum kembali normal.
Angela berharap seluruh perangkat daerah terus memperbarui data dan memantau kondisi lapangan selama kemarau berlangsung.
Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dengan mendatangkan bantuan. Distribusi hingga ke masyarakat juga harus dipastikan berjalan.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Mahulu Suhuk, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat drg. Agustinus Teguh Santoso, kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan Polres Mahulu serta Perwira Penghubung Dandim 0912/Kutai Barat.


