Jumat, 14 Agu 26 2:13 WITA

Karhutla Mahulu Masih Nihil, Polres Andalkan Pemetaan Titik Api Lewat Aplikasi Lembuswana

Wakapolres Mahakam Ulu Kompol Djoko Purwanto bersama personel Polri, TNI, BPBD dan unsur terkait mengikuti apel kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Mahakam Ulu, Kamis (13/8/2026). Hingga dua hari terakhir, belum terdeteksi titik api di wilayah Mahulu.
by mhkr

MAHAKARA.ID, UJOH BILANG — Dua hari terakhir tak ada titik api yang terdeteksi di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Tapi kondisi itu tak membuat polisi lengah. Kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga pekan membuat potensi kebakaran hutan dan lahan tetap mengintai.

Wakapolres Mahakam Ulu Komisaris Polisi Djoko Purwanto mengatakan periode Agustus hingga Desember merupakan masa yang perlu diwaspadai. Pada periode tersebut, kondisi kering berpotensi memicu munculnya titik panas.

“Sudah tiga mingguan ini tidak ada hujan sama sekali. Itu salah satu penyebab juga,” kata Djoko seusai apel kesiapsiagaan karhutla, Kamis, (13/8/2026).

Polres Mahakam Ulu mengandalkan pemantauan titik panas melalui aplikasi Lembuswana milik Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Aplikasi tersebut menggunakan data pemantauan satelit untuk memetakan titik panas di sejumlah wilayah.

Data itu dipantau setiap malam. Pada pagi hari, informasi mengenai titik panas dibagikan kepada jajaran kepolisian di wilayah hukum masing-masing.

Jika titik panas terdeteksi di wilayah Mahakam Ulu, polisi terdekat akan melakukan pengecekan. Di wilayah yang jauh seperti Kecamatan Long Apari, misalnya, personel kepolisian setempat yang akan mendatangi lokasi.

Jika titik panas tersebut merupakan kebakaran, petugas akan melakukan pemadaman, mendokumentasikan kondisi lapangan, lalu melaporkannya melalui sistem tersebut.

“Anggota polisi yang terdekat di situ mendatangi TKP karhutla, memadamkan, didokumentasikan, terus dilaporkan di aplikasi,” ujar Djoko.

Hingga dua hari terakhir, kata dia, pemantauan belum menunjukkan adanya titik api di Mahakam Ulu.

“Alhamdulillah di Mahulu nihil,” katanya.

Namun polisi tidak ingin kondisi itu berubah ketika musim kemarau semakin panjang. Selain faktor cuaca, aktivitas masyarakat dalam membuka ladang juga menjadi perhatian.

Djoko meminta warga mengantisipasi api sebelum pembukaan lahan dilakukan. Salah satunya dengan membuat kanal atau parit untuk membatasi kemungkinan api menjalar.

“Kita selalu sosialisasikan kepada masyarakat supaya sadar terhadap kebakaran lahan ini. Kalau memang membuka ladang, dibikin kanal-kanal atau parit-parit dulu,” kata dia.

Bagi polisi, nihilnya titik api dalam beberapa hari terakhir bukan alasan untuk mengendurkan pengawasan. Justru pada saat kemarau berlangsung, pemantauan dan respons cepat menjadi penting untuk mencegah titik kecil berubah menjadi kebakaran yang lebih luas.

Berita Terkait
Agustus 11, 2026

Posyandu Mahulu Tak Boleh Sekadar Formalitas, Bupati Minta Semua OPD Bergerak dan Beri Dampak Nyata

#Pemerintahan /Highlight
Agustus 10, 2026

Kemarau Mengancam Pasokan, Pemkab Mahulu Kirim 700 Paket Sembako ke Long Apari

#Daerah
Agustus 10, 2026

Wabup Mahulu Buka Jalan Penguatan Brimob, Mako Baru Diusulkan Dibangun

#Pemerintahan
Agustus 8, 2026

Bupati Mahulu Gandeng UI Perkuat SDM ASN dan Tata Kelola Pemerintahan

#Pemerintahan