MAHAKARA.ID, LONG APARI – Tingginya harga kebutuhan pokok masih menjadi persoalan utama masyarakat di wilayah paling hulu Kabupaten Mahakam Ulu.
Temuan tersebut disampaikan Ketua DPRD Mahulu Devung Paran setelah melakukan reses di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.
Menurutnya, harga beras di kawasan tersebut kini berkisar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per karung, sementara harga bensin sudah mencapai Rp35 ribu per liter.
“Kondisi ini sudah hampir satu tahun dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan tingginya harga dipengaruhi mahalnya ongkos distribusi karena seluruh pasokan barang masih bergantung pada transportasi sungai.
Saat musim kemarau, jalur pelayaran menjadi semakin sulit dilalui sehingga biaya logistik meningkat tajam.
Karena itu, Devung menilai pembangunan jalan menuju Long Pahangai dan Long Apari menjadi solusi yang tidak bisa lagi ditunda.
“Kalau jalan terbuka, biaya distribusi turun. Harga barang otomatis akan lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan tersebut.


