Rabu, 29 Jan 25 12:41 WITA

BMKG Imbau Warga Kaltim Waspadai Bencana Hidrometeorologi

BMKG Imbau Warga Kaltim Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Banjir di jalan DI Panjaitan Samarinda akibat hujan (Antara/ M Ghofar)
by mhkr

BALIKPAPAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengimbau warga Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung, karena saat ini masih musim hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Januari ini curah hujan masih tinggi sehingga sejumlah titik di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Timur masih banjir dalam beberapa hari terakhir. Warga diminta selalu siaga karena hujan masih berpotensi turun lagi.

“Desember lalu hingga Januari ini curah hujan tinggi, kemudian pada pertengahan Februari hingga Maret diprakirakan menurun, namun pada April hingga pertengahan Juli curah hujan kembali naik,” ujar Kepala BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, di Balikpapan, Rabu.

Meski pada April hingga pertengahan Juli curah hujan naik, namun meningkatnya curah hujan tersebut tidak setinggi seperti yang terjadi pada Desember dan Januari. Pada akhir Juli hingga Agustus diperkirakan mulai memasuki musim kemarau.

Terjadinya musim penghujan di Kaltim karena fenomena La Nina, yakni Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya, sehingga mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik dan meningkatkan curah hujan.

“Untuk periode Februari-Maret intensitas hujan diperkirakan menurun, namun tidak menutup kemungkinan hujan ekstrem masih terjadi, sehingga kewaspadaan tetap harus dilakukan. Apalagi jika hujan sedang hingga tinggi, kemudian ada rob, maka kewaspadaan banjir harus ditingkatkan,” katanya.

Sedangkan untuk prakiraan hingga dua hari ke depan (30-31 Januari), sejumlah kawasan akan mengalami hujan lebat disertai angin kencang sehingga bisa menyebabkan banjir, sungai meluap, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Pada 30 Januari, hujan lebat dan angin kencang akan terjadi di Kecamatan Balikpapan Barat, Balikpapan Utara, Linggang Bigung, Long Iram, Mook Manar Bulatn, Nyuatan, Tering, Kembang Janggut, Kota Bangun, Samboja, Tabang, Long Apari, Long Pahangai, Batu Engau, Kuaro, Muara Samu, Paser Belengkong, Tanah Grogot, dan Sepaku.

“Kemudian tanggal 31 Januari terjadi di Kecamatan Bentian Besar, Damai, Linggang Bigung, Long Iram, Melak, Mook Manar Bulatn, Muara Lawa, Nyuatan, Sekolaq Darat, Tering, Kembang Janggut, dan Kecamatan Long Hubung,” kata Kukuh.

Berita Terkait
Agustus 23, 2026

Mahulu Belum Punya Kantor Pertanahan, Lima Putra Daerah Disiapkan Jadi SDM Pertanahan

#Daerah
Agustus 23, 2026

Belanja Mahulu 2027 Capai Rp1,47 Triliun, Pemkab Ingatkan OPD Jangan Kejar Serapan

#Daerah
Agustus 22, 2026

Pemkab Mahulu Cari Titik Tengah Tarif Listrik PLTS, Murah bagi Warga tapi Tetap Bisa Bertahan

#Daerah
Agustus 21, 2026

Kemarau Bikin Ongkos Angkut ke Hulu Mahulu Jutaan Rupiah, 9,7 Ton Bantuan Mulai Dikerahkan

#Daerah