Rabu, 27 Mei 26 15:17 WITA

PLTA Batoq Kelo Mulai Dibangun, Dari Hulu Mahakam Mengalir Harapan Energi Hijau Indonesia

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan berfoto bersama dalam seremoni groundbreaking PLTA Batoq Kelo 300 MW. Nampak Hashim Djojohadikusumo, Rudy Mas'ud, Angela Idang Belawan abadikan momen kebersamaan
by mhkr

SAMARINDA — Dari hulu Sungai Mahakam yang membelah pedalaman Kalimantan Timur, sebuah proyek raksasa mulai menorehkan babak baru dalam peta energi nasional. Di Sungai Bo, anak Sungai Mahakam yang mengalir di wilayah Mahakam Ulu, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo resmi dimulai.

Groundbreaking yang digelar pada Senin, 25 Mei 2026, menjadi penanda dimulainya proyek energi terbarukan berkapasitas 300 megawatt (MW) yang dikembangkan PT Tujuan Mulia Makmur (TMM). Bagi Kalimantan Timur, proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit listrik. Ia membawa ambisi yang lebih besar: menjadikan daerah ini sebagai salah satu lumbung energi hijau Indonesia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan tuntutan dunia untuk menekan emisi karbon, tenaga air kembali menjadi andalan. Dengan daerah tangkapan air mencapai sekitar 5.000 kilometer persegi, PLTA Batoq Kelo diproyeksikan menjadi salah satu sumber listrik bersih yang menopang sistem kelistrikan Kalimantan dalam jangka panjang.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyebut pembangunan PLTA tersebut sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi nasional sekaligus bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emission pada 2060.

“Indonesia harus memenuhi kebutuhan energinya dari sumber daya alam sendiri, termasuk tenaga air. Ini penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi bersih,” ujarnya.

Optimisme serupa datang dari Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki modal alam yang sangat besar untuk menjadi pusat pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pertumbuhan industri di Kalimantan, kebutuhan energi diperkirakan terus meningkat. Darmawan menilai kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kaltim dapat menjadi fondasi kuat bagi penyediaan energi bersih yang berkelanjutan.

“Hati saya selalu tertambat di Kaltim. Potensi alamnya luar biasa dan bisa menjadi energi bersih yang menggerakkan Kalimantan,” katanya.

Namun, manfaat proyek ini tidak hanya berbicara soal listrik. Bagi masyarakat Mahakam Ulu, daerah yang selama ini dikenal sebagai kawasan terluar dengan tantangan infrastruktur yang tidak ringan, kehadiran PLTA Batoq Kelo membawa harapan baru.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menilai proyek tersebut merupakan investasi masa depan yang dapat membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan hulu Mahakam.

“PLTA Batoq Kelo adalah proyek masa depan bagi masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya.

Agar energi yang dihasilkan dapat tersalurkan secara optimal, PLN juga menyiapkan penguatan infrastruktur pendukung. General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), Basuki Widodo, mengatakan pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk akan terus diperkuat untuk memastikan pasokan listrik dari berbagai sumber energi dapat menjangkau masyarakat.

Menurut Basuki, keberadaan PLTA Batoq Kelo akan menjadi bagian penting dalam membangun sistem kelistrikan Kalimantan yang lebih andal dan berkelanjutan.

Ketika bendungan dan turbin mulai dibangun di tengah rimbunnya hutan Mahakam Ulu, proyek ini membawa pesan yang lebih luas. Dari wilayah yang selama ini identik dengan sungai, hutan, dan keterisolasian, kini mengalir harapan baru bahwa energi masa depan Indonesia dapat lahir dari hulu Kalimantan.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, Batoq Kelo bukan hanya akan menghasilkan listrik. Ia juga akan menjadi simbol bagaimana kekayaan alam dapat dikelola untuk menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga arah transisi menuju energi yang lebih bersih.

Berita Terpopuler

Berita Terkait
Maret 10, 2025

Bupati Mahulu Buka Rakor Penyusunan LPPD, LKPJ, dan RLPPD 2024

#Daerah /Pemerintahan
Maret 4, 2025

Pemkab Mahulu Jalin Kerja Sama dengan APKASI untuk Dukung SDM Unggul

#Education
Februari 28, 2025

Panen Raya di Kampung Batoq Kelo: Hasil Melimpah, Petani Semakin Sejahtera

#Ekonomi
Februari 28, 2025

Pemkab Mahulu Resmikan PLTS di Kampung Batoq Kelo: Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Masyarakat

#Daerah