MAHAKARA.ID, UJOH BILANG – Harga bensin di Kecamatan Long Apari kini menyentuh Rp35 ribu per liter. Di saat bersamaan, harga beras juga melonjak hingga Rp800 ribu per karung. Kondisi ini membuat Ketua DPRD Mahakam Ulu (Mahulu) Devung Paran mendesak pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercepat pembangunan jalan menuju wilayah hulu.
Desakan itu disampaikan Devung usai melaksanakan reses di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, akhir pekan lalu.
Menurutnya, tingginya harga kebutuhan pokok bukan lagi persoalan daya beli masyarakat, melainkan mahalnya biaya distribusi akibat keterbatasan akses transportasi.
“Ketika saya sampai di Long Apari, harga bensin sudah Rp35 ribu per liter. Masyarakat tidak punya pilihan selain membeli karena kebutuhan tetap harus dipenuhi,” ujar Devung, Minggu (2/8).
Ia mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin terasa ketika debit Sungai Mahakam menurun pada musim kemarau. Jalur sungai yang menjadi satu-satunya akses distribusi membuat biaya angkut barang melonjak.
Tak hanya BBM, harga beras juga ikut terdongkrak hingga Rp700 ribu-Rp800 ribu per karung.
Menurut Devung, solusi permanen hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan jalan darat yang menghubungkan Long Bagun, Long Pahangai hingga Long Apari.
Karena itu, DPRD Mahulu terus melobi pemerintah di berbagai tingkatan agar pembangunan ruas jalan tersebut menjadi prioritas nasional.
Fraksi Gerindra DPRD Mahulu, kata dia, telah menyampaikan aspirasi kepada Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Ekti Imanuel, anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana, hingga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.
“Kami bergerak dari semua lini agar tahun 2027 pembangunan jalan menuju wilayah hulu bisa mulai direalisasikan,” tegasnya.



