MAHAKARA.ID, UJOH BILANG – Kecamatan Long Hubung masih menjadi titik paling rawan peredaran narkotika di Kabupaten Mahakam Ulu. Meski polisi terus menggencarkan penindakan, jaringan pengedar kini mulai mengubah pola pergerakan dengan memindahkan aktivitas ke wilayah lain demi menghindari pengawasan aparat.
Fakta tersebut diungkapkan Wakapolres Mahulu Kompol Djoko Purwanto usai Operasi Antik Mahakam 2026 yang berlangsung 10–30 Juli.
Hal itu disampaikan Wakapolres Mahulu Kompol Djoko Purwanto saat konferensi pers hasil Operasi Antik Mahakam 2026 di Mapolres Mahakam Ulu, Ujoh Bilang, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, Long Hubung selama ini menjadi jalur favorit jaringan pengedar narkoba yang memasok barang haram dari wilayah hilir, terutama Samarinda.
“Yang paling rawan sekarang berada di wilayah Long Hubung. Namun setelah kami intensif melakukan penindakan di sana, mulai terlihat perubahan. Aktivitas mereka bergeser menjauh dari wilayah yang menjadi fokus pengawasan kami,” ujarnya.
Perubahan pola tersebut menjadi tantangan baru bagi aparat karena jaringan tidak lagi menetap pada satu lokasi.
Djoko menjelaskan, distribusi narkoba kini menjangkau sejumlah kecamatan hingga Long Apari melalui jalur sungai maupun darat.
Selain Long Hubung, kawasan Mamahak Besar (Mambes) juga menjadi perhatian khusus.
Di wilayah tersebut, polisi harus melakukan tiga kali operasi sebelum akhirnya berhasil menangkap target yang selama ini diburu.
“Alhamdulillah pada penindakan terakhir kami berhasil mengamankan mereka dengan barang bukti yang cukup besar,” katanya.
Untuk menutup ruang gerak jaringan, Polres Mahulu memperkuat koordinasi dengan Koramil terutama di wilayah perbatasan Long Apari.



